Bisnis itu timbul pada diri sendiri karena adanya perasaan ingin tahu dan ambisi menuju kesuksesan. Hal itu timbul manakala di saat usia saya menginjak 17 tahun, yang dimana usia tersebut masih bisa dibilang "pribadi yang masih labil". Di saat itu, saya masih belum bisa membagi waktu antara sekolah, keluarga, dan teman tapi saya bermodal nekat untuk memulai bisnis bersama teman sekolah saya. Saya tidak peduli bagaimana caranya membagi waktu antara mereka semua, namun saya tetap bersikeras untuk memulai bisnis dimulai dengan menjadi seorang Disc Jockey (DJ) dan mulai tampil mencari uang di acara sekolah yang kami buat karena saya sangat antusias dengan aliran music Electronic Music Dance (EDM).
Hal itu tidak berlangsung lama karena akhirnya saya keteteran dengan tugas sekolah dan tidak ada waktu dengan keluarga saya. Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti dan mengganti profesi lain yang saya sukai yaitu menjadi Event Organizer (EO) dengan teman yang sama. Saya menjadi EO dari Kratingdaeng di acara Djakarta Warehouse Project 2017 dan juga EO di acara reuni akbar SMA Ayah saya. Saya sangat senang akhirnya bisa menghasilkan uang sendiri dengan bisnis yang saya jalani sesuai dengan minat saya.
Selagi tidak ada panggilan EO, saya mencari cara untuk membuat bisnis baru untuk selingan saya. Akhirnya saya berniat untuk meneruskan bisnis kakak sepupu saya yang sedang vacum yaitu bisnis clothing bernama Austin Craft. Pada waktu itu saya dan teman saya hanya tinggal menjual baju, jaket, dan topi yang sudah ada tanpa perlu men-design lagi ataupun mencetak baju-baju yang ingin dijual. Saya hanya perlu mendata beberapa baju tersisa yang layak untuk dijual dan meng-upload di sosial media karena saya ingin berjualan online terlebih dahulu.
Setelah kami mendata, kami memutuskan untuk foto baju yang ingin dijual dengan model agar menarik perhatian di sosial media sehingga banyak yang tertarik dengan bisnis saya. Setelah foto saya pun berniat untuk menarik perhatian lebih lagi dengan cara meng-upload video teman saya di atas motor gede dengan menggunakan outfit yang ingin saya jual. Namun ternyata, saya terlalu sibuk mementingkan foto dan video tersebut sehingga saya hanya fokus di bagian itu saja tanpa menjual baju-baju tersebut.
Setiap kami rapat pun mungkin hanya 10-20 menit saya membicarakan tentang bisnis tersebut, sisanya kami ngobrol dan membicarakan yang lain tanpa membuahkan hasil dikarenakan saya juga masih labil dan belum bisa membagi waktu. Akhirnya setelah benar-benar niat untuk menjual, banyak baju-baju yang sudah tidak layak karena disimpan terlalu lama. Mungkin hanya tersisa 1 kardus yang layak namun itu juga tidak bisa dapat harga yang tinggi. Belum lagi kakak sepupu saya tetap meminta bagian dari hasil penjualan baju tersebut yang pada akhirnya sama sekali tidak saya jual.
Sampai usia saya yang ke 20 tahun ini, saya banyak belajar dari pengalaman saya tentang bisnis dan tentang harus bisa membagi waktu tentunya. Saya tidak takut dan tidak trauma untuk memulai bisnis yang lain sesuai yang saya minati. Saya tetap mempunyai niat dan tekad untuk membuat bisnis baru yang lain. Pada waktu itu saya juga mengikuti seminar tentang pengembangan diri dan motivasi yang akhirnya saya sekarang sudah bersertifikasi dan bisa untuk membuka kelas tentang pengembangan diri dan motivasi. Namun saya tetap harus fokus pada kuliah yang saya jalani sekarang karena untuk saat ini saya menyadari bahwa saya belum bisa sepenuhnya membagi waktu antara kuliah dan bisnis.
Untuk saat ini, saya berpikir bahwa kuliah lebih penting. Mungkin setelah saya selesai kuliah nanti, saya akan melanjutkan bisnis yang baru dan tidak perlu pusing dalam membagi waktu. Intinya jangan takut gagal dalam memulai bisnis karena kita tidak tahu jika belum dicoba.
No comments:
Post a Comment